Kami kembali berduka, setelah kehangatan yang kami rindukan selama ini terbentuk. Babe, teman kami yang paling kami banggakan dipanggil oleh yang maha kuasa setelah menahan rasa sakit selama 2 minggu. Babe bagaikan sosok seorang ayah bagi kami. Selalu melerai pertengkaran yang terjadi di antara kami. Dia bagaikan matahari yang tak pernah tenggelam, selalu tersenyum setiap saat. Selalu menampakan wajah yang bahagia. Walau kadang tingkahnya terlalu sulit dimengerti. Tertawanya adalah bahagia bagi kami. Dia adalah pemilik tawa yang paling aneh di kelas kami. Lebih tepatnya tawa yang anarki. Tidak jarang ia tertawa dengan menendang kaki meja atau kursi dan terjatuh. Babe, setiap orang yang mengenangnya pasti tersenyum. Di saat penguburannya pun ada beberapa orang yang terheran-heran dengan arwahnya. Temanku yang mempunyai indra keenam atau yang kepekaannya lebuh sensitif daripada orang lain melihat arwahnya bermain-main dengan ayam yang sedang mencari makan di daerah kuburan. Mungkin kar...
Akan ada keajaiban yang akan datang kepadamu jika kau menikmati hidupmu dan bersyukur atas segala yang kau punya.