Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2014

Kau Mengerti...

setelah berapa lama kau akan mengerti perbedaan tipis antara menggandeng tangan dan membelenggu jiwa. dan kau akan mengerti bahwa cinta bukan berarti bersandar dan teman bukan berarti aman. dan kau mulai mengerti bahwa ciuman bukanlah kontrak dan hadiah bukanlah janji. dan kau mulai menerima kekalahanmu sambil mengangkat kepala dan membuka mata dengan kelapangan seorang dewasa, bukan kesediahan seorang anak. dan kau belajar membangun semua jalanmu hari ini karena tanah hari esok sangat tidak pasti, sulit direncanakan. setelah berapa lama kau mengerti bahwa sinar mentari pun akan membakarmu kalau berlebihan. jadi, tanamilah kebunmu dan hiasilah jiwamu, jangan menunggu orang lain membawa bunga untukmu. dan kau mengerti bahwa kau bisa bertahan. bahwa kau sebenarnya kuat. dan kau sebenarnya berharga. -Veronica A. Shoffstall-

Story About Us

Hanya sedikit jika dilihat. Cerita kita hanya berawal dari ikatan tahta yang tak terduga. Berjalan dengan gelimang tangis dan decak tawa. Alunan langkah yang sama pun tak kita alami setiap gulir detik yang berjalan. Langkah kiri yang tertatih kerap membuat terperosok dalam pitam yang memanas... Kau tahu kenapa terlihat singkat? Karna seperti burung yang selalu ingin berlari ke ujung pantai. Kita tak pernah mau terjaring dalam kurungan adat oleh siapapun. Dan bagaimanapun. Karna inilah bahagia kita, derap lari langkah kita. Singkat tapi mendalam. Mengikat rajutan asa yang dulu tak pernah merasa untuk harus menyatu. Terpecah saat tatap pertama. Air muka lugu yang mencirikan kita dulu. Tapi... meski hanya singkat, semua amat berarti. Jalanan ini, sudut ruang bumi ini, suara senyum hati kita menyatu. Tapi, mungkin senja kian dekat. Matahari akan ragu berpijar dalam tawa kita. Kicauan burung canda itu akan sirna. Semua akan berganti dengan pijaran yang terpisah. Kembali pada peradua...

puisi tentang teman

friendship is my life friendship flowing in my blood and vibrate in my pulse rhytmical together with my heartbeat friendship is togetherness hard like a stone and long like a wall of china although my self fall friendship always stay in my heart

Ketika Kita Terpisah

Sekarang kita dekat  kita saling menjaga perasaan masing-masing  tidak mau ada rasa kecewa dan curiga  tetapi bila kita berpisah nanti  apakah kita akan tetap dekat?  Kurasa tidak  aku yakin itu  aku berpikir, jika kita berpisah nanti  apakah kamu akan berbicara padaku seperti ini?  Ataukah kamu akan mengacuhkan aku?  Atau kita menjadi kikuk jika berhadapan satu sama lain?

pernyataan lama

Kami mundur secara teratur untuk menghadapi kenyataan  agar tak lagi saling menyakiti  agar tak ada lagi rasa sedih  agar tak ada lagi yang merasa kecewa  agar tak ada lagi yang merasa dikhianati  agar rasa damai kembali datang  agar masa-masa kembali ke sedia kala 

Back to The Past

Sudah dua tahun sejak kejadian menyakitkan itu, tapi rasa sakit itu masih berbekas dan tidak mau hilang dari hati ini. Banyak memori datang dan pergi, baik itu senang maupun sedih, tapi kenapa perasaan yang menyesakkan ini selalu tinggal. Perasaan yang membuat diri lupa bagaimana rasa sakit itu, bagaimana cara tertawa dan tersenyum secara tulus. Bagaimana cara untuk mempercayai seseorang.