Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2015

Derap Tanpamu

Tanpamu aku masih bisa menjalani hidup. Walau derap langkahku kerap terseok-seok. Tapi, suatu saat nanti pasti derap langkahku akan kembali normal, meskipun tidak sesempurna derap langkah sedia kala.  Untuk kembali berderap dengan normal tidak semudah yang orang lain perkirakan. Aku harus menggerakan kursi rodaku, lalu berjalan dengan tongkat penyangga, kemudian melangkah rapuh tanpa perlindungan. Itu tidak mudah. Tapi setidaknya aku masih tetap melangkah ke depan walaupun hanya sejengkal. Ke masa yang cerah meski harus melewati berjuta kelam.

Impian

Apakah kau tau perasaanku saat mencium aroma kayu dalam suatu ruangan bercahaya kuning keemasan yang di dalamnya terdapat banyak meja dan kursi?  Sangat berdebar! Rasanya seperti aku berada di tengah-tengah kafe idaman yang berada di ujung gang sebuah kota yang ramah. Tenang. Tentram. Nyaman. Dan aku membayangkan beberapa di antara kita ada di sana. Bercengkerama. Bercanda. Lalu tertawa. Di kafe idaman milik kita, para eksmud.