Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

AKU TERBENTUK DARI APA?

Tahu ga sih, lingkungan yang paling dominan membentuk kepribadian kita adalah keluarga, karena dari kita lahir keluarga adalah orang-orang yang paling dekat. Sebenarnya itu hanya pandangan umum saja sih... Aku memang mengambil sisi umumnya. Aku mengambil diriku sebagai contoh hasil pembentukan kepribadian melalui keluarga. Mulai dari ayahku yang mengajarkan tata cara makan dan duduk yang benar. Lalu ibuku yang mengajariku sopan santun bertamu dan berhadapan dengan orang lain. Kakakku mengajarkan kerja keras, pantang menyerah, dan rasa bangga terhadap apa yang dimiliki saat ini. Kakekku menerapkan sifat disiplin yang keras namun memiliki jiwa yang bijak dan ketegasan dalam diri setiap anggota keluarga. Hasil dari didikan itu adalah aku yang sebenarnya masih jauh dari yang diharapkan, tapi aku masih terus mencoba menjadi pribadi yang baik. Selain keluarga, lingkungan sekolah juga sangat berpegaruh karena dari situlah kita mengerti apa arti tanggung jawab yang sebenarnya, lalu kita men...

Our Sun, Babe

Kami kembali berduka, setelah kehangatan yang kami rindukan selama ini terbentuk. Babe, teman kami yang paling kami banggakan dipanggil oleh yang maha kuasa setelah menahan rasa sakit selama 2 minggu. Babe bagaikan sosok seorang ayah bagi kami. Selalu melerai pertengkaran yang terjadi di antara kami. Dia bagaikan matahari yang tak pernah tenggelam, selalu tersenyum setiap saat. Selalu menampakan wajah yang bahagia. Walau kadang tingkahnya terlalu sulit dimengerti. Tertawanya adalah bahagia bagi kami. Dia adalah pemilik tawa yang paling aneh di kelas kami. Lebih tepatnya tawa yang anarki. Tidak jarang ia tertawa dengan menendang kaki meja atau kursi dan terjatuh. Babe, setiap orang yang mengenangnya pasti tersenyum. Di saat penguburannya pun ada beberapa orang yang terheran-heran dengan arwahnya. Temanku yang mempunyai indra keenam atau yang kepekaannya lebuh sensitif daripada orang lain melihat arwahnya bermain-main dengan ayam yang sedang mencari makan di daerah kuburan. Mungkin kar...

The Story about "Kami"

Dahulu Kami adalah kelompok yang dihinakan karena tidak mempunyai permata seperti kelompok lain. Kami hanya mempunyai sebuah batu besar yang berwarna hitam dan sangat keras. Hinaan, cacian, makian, sindiran kelompok lain diterima oleh Kami. Tak satupun dari Kami yang membalas perbuatan itu. Kami hanya bisa memandangnya dan di dalam hati seluruh Kami bertekad untuk maju dan menunjukan pada penghina Kami bahwa Kami sama dengan kelompok lain. Kami hidup di alam yang sama dengan kelompok lain.kami makan. Kami minum. Kami adalah makhluk yang sama dengan kelompok lain. Suatu hari salah satu dari Kami bermain-main dengan batu hitam nan keras itu. Salah satu dari Kami yang lain mengasahnya. Lama kelamaan batu hitam itu berubah warna menjadi bening mengkilat seperti permata. Lalu salah satu dari kelompok lain tidak sengaja melihat batu bening mengkilat itu dan lari menghampiri salah seorang dari Kami. Salah satu dari kelompok lain itu berkata bahwa batu bening mengkilat itu adalah batu perm...