Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Tersenyum Lalu Tertawa

Ini adalah kehidupan kuliahku. Kuliah singkat yang sangat bermakna. Suka, duka, amarah berdatangan. Dan di sini aku bertemu dengan orang-orang baru yang mungkin tak akan kutemukan di tempat lain. Hanya dalam waktu kurang dari setahun, aku bisa mendapatkan teman-teman yang selalu membuat orang lain tersenyum dan berpikir "aku punya teman-teman gila di sini".  Kadang kami merasa kalau kami hanya sekumpulan orang bodoh yang hanya bisa tersenyum dan tertawa. Aku tahu mungkin ini hanyalah awal dari perjalanan hidup yang sebenarnya. Tapi aku berdoa agar kami bisa tetap bersama selamanya. Banyak senyuman yang mereka berikan kepadaku, dan mungkin kebaikanku kepada mereka tidak cukup untuk membalas jasa mereka kepadaku.   Mungkin menurut orang lain kami ini hanya sekelompok pengecut yang suka bergerombol membicarakan hal yang tidak penting. Tapi kami memang tidak menyangkal, karena ketidakpentingan itulah yang mengisi kebersamaan kami menjadi lebih berharga. ...

Derap Tanpamu

Tanpamu aku masih bisa menjalani hidup. Walau derap langkahku kerap terseok-seok. Tapi, suatu saat nanti pasti derap langkahku akan kembali normal, meskipun tidak sesempurna derap langkah sedia kala.  Untuk kembali berderap dengan normal tidak semudah yang orang lain perkirakan. Aku harus menggerakan kursi rodaku, lalu berjalan dengan tongkat penyangga, kemudian melangkah rapuh tanpa perlindungan. Itu tidak mudah. Tapi setidaknya aku masih tetap melangkah ke depan walaupun hanya sejengkal. Ke masa yang cerah meski harus melewati berjuta kelam.

Impian

Apakah kau tau perasaanku saat mencium aroma kayu dalam suatu ruangan bercahaya kuning keemasan yang di dalamnya terdapat banyak meja dan kursi?  Sangat berdebar! Rasanya seperti aku berada di tengah-tengah kafe idaman yang berada di ujung gang sebuah kota yang ramah. Tenang. Tentram. Nyaman. Dan aku membayangkan beberapa di antara kita ada di sana. Bercengkerama. Bercanda. Lalu tertawa. Di kafe idaman milik kita, para eksmud.