Tanpamu aku masih bisa menjalani hidup. Walau derap
langkahku kerap terseok-seok. Tapi, suatu saat nanti pasti derap langkahku akan
kembali normal, meskipun tidak sesempurna derap langkah sedia kala.
Untuk kembali berderap dengan normal tidak semudah
yang orang lain perkirakan. Aku harus menggerakan kursi rodaku, lalu berjalan
dengan tongkat penyangga, kemudian melangkah rapuh tanpa perlindungan. Itu tidak
mudah. Tapi setidaknya aku masih tetap melangkah ke depan walaupun hanya
sejengkal. Ke masa yang cerah meski harus melewati berjuta kelam.
Komentar
Posting Komentar