Langsung ke konten utama

My Friend is My Life

Saat pertama kali aku masuk sekolah di MAN Yk 1, perasaanku ga terlalu baik. Apalagi aku merasa teman-teman satu kelasku tidak menyenangkan. Tetapi, kelas X mengalami pengacakan lagi. Kupikir pengacakan ini tidak lebih baik dari kelasku yang dulu. Namun, sekarang aku merasa sangat baik di kelas ini. Semua teman disini enak diajak bicara walau ada beberapa yang gengsian. Aku rasa berat untuk berpisah dari mereka.
Saat ini aku mempunyai teman dekat. Mereka sangat menyenangkan, sangat baik, dan kompak. Aku ingin membuat kenangan yang sebanyak-banyaknya dengan mereka agar aku tidak menyesal karena tidak membuat kenangan yang indah dan tak terlupakan dengan mereka. Kami akan keliling ke tempat-tempat yang mungkin menarik untuk didatangi. Kami akan membuat kenangan yang tak terindah. Membuat kenangan yang sangat sulit untuk dilupakan. Aku merasa sangat enggan untuk berpisah dengan mereka. Kami tertawa bersama, menghilangkan kesedihan bersama. Serasa ingin waktu berhenti untuk kami.
MY FRIEND IS MY LIFE, mungkin ini judul yang paling cocok untuk cerita ini. Tetapi aku juga tidak bisa melupakan sahabat-sahabat terbaikku di SPETUTA. Dulu kami juga sangat dekat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Story About Us

Hanya sedikit jika dilihat. Cerita kita hanya berawal dari ikatan tahta yang tak terduga. Berjalan dengan gelimang tangis dan decak tawa. Alunan langkah yang sama pun tak kita alami setiap gulir detik yang berjalan. Langkah kiri yang tertatih kerap membuat terperosok dalam pitam yang memanas... Kau tahu kenapa terlihat singkat? Karna seperti burung yang selalu ingin berlari ke ujung pantai. Kita tak pernah mau terjaring dalam kurungan adat oleh siapapun. Dan bagaimanapun. Karna inilah bahagia kita, derap lari langkah kita. Singkat tapi mendalam. Mengikat rajutan asa yang dulu tak pernah merasa untuk harus menyatu. Terpecah saat tatap pertama. Air muka lugu yang mencirikan kita dulu. Tapi... meski hanya singkat, semua amat berarti. Jalanan ini, sudut ruang bumi ini, suara senyum hati kita menyatu. Tapi, mungkin senja kian dekat. Matahari akan ragu berpijar dalam tawa kita. Kicauan burung canda itu akan sirna. Semua akan berganti dengan pijaran yang terpisah. Kembali pada peradua...

Ketika Kita Terpisah

Sekarang kita dekat  kita saling menjaga perasaan masing-masing  tidak mau ada rasa kecewa dan curiga  tetapi bila kita berpisah nanti  apakah kita akan tetap dekat?  Kurasa tidak  aku yakin itu  aku berpikir, jika kita berpisah nanti  apakah kamu akan berbicara padaku seperti ini?  Ataukah kamu akan mengacuhkan aku?  Atau kita menjadi kikuk jika berhadapan satu sama lain?

XII

kangen masa-masa kelas X. rasanya dulu santai banget. sekarang udah kelas XII, persiapan otak untuk ujian nasional. sedih banget rasanya, bentar lagi udah enggak sekolah di sini lagi. tapi kalau di suruh milih mau lulus atau tetep di sini, ya jelas milih lulus lah... aku nggak bakal ngelupain masa-masa yang tersisa sekarang. aku harap semoga terjadi hal yang lebih berkesan lagi selama aku di sekolah ini :) jadi pengen nangis. berat deh nglepas mereka dari pandangan :'(