Hanya sedikit jika dilihat. Cerita kita hanya berawal dari ikatan tahta yang tak terduga. Berjalan dengan gelimang tangis dan decak tawa. Alunan langkah yang sama pun tak kita alami setiap gulir detik yang berjalan. Langkah kiri yang tertatih kerap membuat terperosok dalam pitam yang memanas...
Kau tahu kenapa terlihat singkat? Karna seperti burung yang selalu ingin berlari ke ujung pantai. Kita tak pernah mau terjaring dalam kurungan adat oleh siapapun. Dan bagaimanapun. Karna inilah bahagia kita, derap lari langkah kita.
Singkat tapi mendalam. Mengikat rajutan asa yang dulu tak pernah merasa untuk harus menyatu. Terpecah saat tatap pertama. Air muka lugu yang mencirikan kita dulu. Tapi... meski hanya singkat, semua amat berarti. Jalanan ini, sudut ruang bumi ini, suara senyum hati kita menyatu.
Tapi, mungkin senja kian dekat. Matahari akan ragu berpijar dalam tawa kita. Kicauan burung canda itu akan sirna. Semua akan berganti dengan pijaran yang terpisah. Kembali pada peraduan yang tak lagi satu. Dalam asa yang sulit menyatukan cerita. Detik itu semakin dekat kawan. Sang induk pengatur akan mengemudikan kita. Dalam jalan cerita yang mungkin tak akan sama lagi.
Kita... aku dan kamu. Akan menyamakan suara di ujung jalan persimpangan sana. Kita akan berpisah lambat ataupun cepat. Terpanggil atau tidak. Itulah yang akan kita jumpai.
by: Wahyu Farachani
Komentar
Posting Komentar