Langsung ke konten utama

saat itu


Kalian bilang “jgn pura2 jadilah diri sendiri”
Tp kalian selalu memperingatkan aku ketika aku sudah mulai menjadi diriku sendiri. Kalian melarangku.
Waktu itu di depan rumahku, kalian memperintkan aku “jgn bersikap seperti itu, kita datang ke sini hanya untukmu, hargai dia. Dia yg paling bersemangat diantara kami. Jgn kau buat dia dan kami kecewa.”
Aku mengaku aku memang salah, tapi itu membuatku berpikir bahwa aku tidak mempunyai seseorang yang dapat mengerti aku di kumpulan orang itu. Rasanya aku ingin menangis saat itu juga.
Kalian capek2 dtg k rmhku hanya krn aku? Apakh benar itu adanya? Apkh itu bkn utk kalian bersenang2 aja? Kalian membuatku sungkan thd kalian.
Dan saat teman yang paling berharga bagiku dtg, aku merasa sgt senang, tp aku tdk enak kpd kalian, dan aku terpaksa menepis tangannya yg ingin memelukku. Saat dia mengajakku ke ruang utara, aku sangat senang karna teman2 yg lbh mengerti aku dtg untukku. Tp kulihat tatapan kalian tidak mengenakkan. Jadi untuk apa kalian ke rumahku? Apa hanya untuk menghabiskan waktu saja?
Jujur aku lebih senang kalian tidak datang!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Story About Us

Hanya sedikit jika dilihat. Cerita kita hanya berawal dari ikatan tahta yang tak terduga. Berjalan dengan gelimang tangis dan decak tawa. Alunan langkah yang sama pun tak kita alami setiap gulir detik yang berjalan. Langkah kiri yang tertatih kerap membuat terperosok dalam pitam yang memanas... Kau tahu kenapa terlihat singkat? Karna seperti burung yang selalu ingin berlari ke ujung pantai. Kita tak pernah mau terjaring dalam kurungan adat oleh siapapun. Dan bagaimanapun. Karna inilah bahagia kita, derap lari langkah kita. Singkat tapi mendalam. Mengikat rajutan asa yang dulu tak pernah merasa untuk harus menyatu. Terpecah saat tatap pertama. Air muka lugu yang mencirikan kita dulu. Tapi... meski hanya singkat, semua amat berarti. Jalanan ini, sudut ruang bumi ini, suara senyum hati kita menyatu. Tapi, mungkin senja kian dekat. Matahari akan ragu berpijar dalam tawa kita. Kicauan burung canda itu akan sirna. Semua akan berganti dengan pijaran yang terpisah. Kembali pada peradua...

Ketika Kita Terpisah

Sekarang kita dekat  kita saling menjaga perasaan masing-masing  tidak mau ada rasa kecewa dan curiga  tetapi bila kita berpisah nanti  apakah kita akan tetap dekat?  Kurasa tidak  aku yakin itu  aku berpikir, jika kita berpisah nanti  apakah kamu akan berbicara padaku seperti ini?  Ataukah kamu akan mengacuhkan aku?  Atau kita menjadi kikuk jika berhadapan satu sama lain?

XII

kangen masa-masa kelas X. rasanya dulu santai banget. sekarang udah kelas XII, persiapan otak untuk ujian nasional. sedih banget rasanya, bentar lagi udah enggak sekolah di sini lagi. tapi kalau di suruh milih mau lulus atau tetep di sini, ya jelas milih lulus lah... aku nggak bakal ngelupain masa-masa yang tersisa sekarang. aku harap semoga terjadi hal yang lebih berkesan lagi selama aku di sekolah ini :) jadi pengen nangis. berat deh nglepas mereka dari pandangan :'(