Dahulu Kami adalah kelompok yang
dihinakan karena tidak mempunyai permata seperti kelompok lain. Kami hanya
mempunyai sebuah batu besar yang berwarna hitam dan sangat keras. Hinaan,
cacian, makian, sindiran kelompok lain diterima oleh Kami. Tak satupun dari
Kami yang membalas perbuatan itu. Kami hanya bisa memandangnya dan di dalam
hati seluruh Kami bertekad untuk maju dan menunjukan pada penghina Kami bahwa
Kami sama dengan kelompok lain. Kami hidup di alam yang sama dengan kelompok
lain.kami makan. Kami minum. Kami adalah makhluk yang sama dengan kelompok
lain.
Suatu hari salah satu dari Kami
bermain-main dengan batu hitam nan keras itu. Salah satu dari Kami yang lain
mengasahnya. Lama kelamaan batu hitam itu berubah warna menjadi bening
mengkilat seperti permata. Lalu salah satu dari kelompok lain tidak sengaja
melihat batu bening mengkilat itu dan lari menghampiri salah seorang dari Kami.
Salah satu dari kelompok lain itu berkata bahwa batu bening mengkilat itu
adalah batu permata yang amat sangat besar.semua dari Kami terlonjak kaget. Lalu
muka para Kami berseri-seri. Batu hitam yang merupakan aib kami sebenarnya
adalah senomgkah biji permata yang sangat indah.
Saat ini Kami adalah sama dengan
kelompok lain. Tapi masih ada beberapa dari kelompok lain yang masih merasa
bahwa Kami tidak pantas mendapatkan batu itu. Setidaknya Kami mulai melangkah
maju.
Komentar
Posting Komentar