Langsung ke konten utama

AKU TERBENTUK DARI APA?

Tahu ga sih, lingkungan yang paling dominan membentuk kepribadian kita adalah keluarga, karena dari kita lahir keluarga adalah orang-orang yang paling dekat. Sebenarnya itu hanya pandangan umum saja sih... Aku memang mengambil sisi umumnya.
Aku mengambil diriku sebagai contoh hasil pembentukan kepribadian melalui keluarga. Mulai dari ayahku yang mengajarkan tata cara makan dan duduk yang benar. Lalu ibuku yang mengajariku sopan santun bertamu dan berhadapan dengan orang lain. Kakakku mengajarkan kerja keras, pantang menyerah, dan rasa bangga terhadap apa yang dimiliki saat ini. Kakekku menerapkan sifat disiplin yang keras namun memiliki jiwa yang bijak dan ketegasan dalam diri setiap anggota keluarga.
Hasil dari didikan itu adalah aku yang sebenarnya masih jauh dari yang diharapkan, tapi aku masih terus mencoba menjadi pribadi yang baik.
Selain keluarga, lingkungan sekolah juga sangat berpegaruh karena dari situlah kita mengerti apa arti tanggung jawab yang sebenarnya, lalu kita mengenal apa itu organisasi, dan dari situ pikiran kita mulai terbuka dan pemikiran kita mulai meluas, tidak stag begitu saja. Hal ini adalah salah satu pengalaman untuk menghadapi hidup di masa depan. Jangan cepat menentukan pilihan yang belum pasti merupakan salah satu dari ribuan kunci untuk menghadapi masa depan. Jangan mudah menyerah, positif thinking, berpikirlah lebih luas, jangan hanya menjadi follower, jadilah leader, jangan takut berdiri sendiri, tapi jangan anggap sendiri itu lebih baik, percayalah pada diri sendiri, Tuhan, dan masa depan. Hal yang menurutku adalah ahl yang terpenting adalah teruslah bermimpi, jika satu mimpimu gagal, coba lagi atau cobalah mimpimu yang lain, karena berhenti bermimpi berarti berhenti hidup. MAN JADDA WA JADDA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Story About Us

Hanya sedikit jika dilihat. Cerita kita hanya berawal dari ikatan tahta yang tak terduga. Berjalan dengan gelimang tangis dan decak tawa. Alunan langkah yang sama pun tak kita alami setiap gulir detik yang berjalan. Langkah kiri yang tertatih kerap membuat terperosok dalam pitam yang memanas... Kau tahu kenapa terlihat singkat? Karna seperti burung yang selalu ingin berlari ke ujung pantai. Kita tak pernah mau terjaring dalam kurungan adat oleh siapapun. Dan bagaimanapun. Karna inilah bahagia kita, derap lari langkah kita. Singkat tapi mendalam. Mengikat rajutan asa yang dulu tak pernah merasa untuk harus menyatu. Terpecah saat tatap pertama. Air muka lugu yang mencirikan kita dulu. Tapi... meski hanya singkat, semua amat berarti. Jalanan ini, sudut ruang bumi ini, suara senyum hati kita menyatu. Tapi, mungkin senja kian dekat. Matahari akan ragu berpijar dalam tawa kita. Kicauan burung canda itu akan sirna. Semua akan berganti dengan pijaran yang terpisah. Kembali pada peradua...

Ketika Kita Terpisah

Sekarang kita dekat  kita saling menjaga perasaan masing-masing  tidak mau ada rasa kecewa dan curiga  tetapi bila kita berpisah nanti  apakah kita akan tetap dekat?  Kurasa tidak  aku yakin itu  aku berpikir, jika kita berpisah nanti  apakah kamu akan berbicara padaku seperti ini?  Ataukah kamu akan mengacuhkan aku?  Atau kita menjadi kikuk jika berhadapan satu sama lain?

XII

kangen masa-masa kelas X. rasanya dulu santai banget. sekarang udah kelas XII, persiapan otak untuk ujian nasional. sedih banget rasanya, bentar lagi udah enggak sekolah di sini lagi. tapi kalau di suruh milih mau lulus atau tetep di sini, ya jelas milih lulus lah... aku nggak bakal ngelupain masa-masa yang tersisa sekarang. aku harap semoga terjadi hal yang lebih berkesan lagi selama aku di sekolah ini :) jadi pengen nangis. berat deh nglepas mereka dari pandangan :'(